Tentang Saya, Prajab Kemenag dan Lucu-lucu



He he he, sebelum memulai mari bersyukur kepada Alloh n tetap tersenyum untuk tetap menambah semangad dalam menjalani hari, baik yang di kota besar apalagi kota kecil n terpelosok n sekolah2 yg gak punya listrik apalagi hotspot. He he he. Secara logika dan perasaan, rasanya I could not stay here any longer, ampun listrik n internetan nya itu lho …. uangeLLLLLL buangedddddD. Mana aku mau ngisi blog, mana aku mau donlot apa segala macam. Mana punya aku modem? Ini pertanyaan sekaligus pernyataan. Hi hi hi…..
Sebelumnya juga saya mau sedikit mengurai tentang judul postingan ini. Entah kenapa saya suka begitu dengan kata “Lucu-lucu”. Lucu-lucu ini kemungkinan besar sebenarnya berarti lucu sekali atau banyak lucunya. Menurutku kata ini uniq. Coba deh ungkapkan pada orang lain. Jadi lucu-lucu kan? He he he. Selain itu juga, kata ini punya tempat di hati penulis.
Ehem! Kapas (kayak apa saja, he he he)
Mari kita berlanjut ke cerita yang lebih menarik. Beberapa minggu yang lalu, kabar2 prajab kemenag lulusan des 2009 mulai terENDUS. Bau-baunya seperti bau pandan yang dikukus. Wangi kan? Hem, Alhasil kita menyelinap mencari informasi, melewati lembah, lereng, dan gunung (lho? Segitunya amat?). Setelah itu, hem, ternyata nama-nama yang mau prajab dah ada, meski kita gak tau sapa2 mereka itu. Yang jelas, kita disuruh tunggu panggilan begitu deh.
Semangad ’45 Q muncul, aku mulai mencari jilbab putih n hitam yang besar (q kan pake jilbab besar sekarang; jujur terasa lebih tenang berjalan di muka bumi, hem promosi), beli kemeja putih, beli kain batik, jahit baju batik, beli rok hitam lipit2, beli sepatu baru merk Nevada tanpa hak dan berpita; cukup sederhana tapi q merasa nyaman dengannya (disuruhnya sih pake sepatu pantovel, aduh, jujur, biar digaji kayaknya q gak bisa. Sungguh. Lagian berhak diganti dengan berpita sepertinya lebih baik. Kan dalilnya kalo gak yang sesuai diperintahkan maka pake yang lebih baik, he he he, mboh dalile soko endi, dalil2 q dewe, he he). Trus lagi cari tas travel itu lho ….sudah sms hampir berapa ribu orang tanyakan travel. 1 orang mewakili seribu kepala. He he he…. Mau sih beli, tapi duit gaji q bulan ini gak luber. Gak pa2, tetap bersyukur, lainsyakartum laazidannakum bla bla…
Sekarang ini tertanggal 27 November 2010. Lengkaplah sudah berita yang seharusnya tersiar sejak dulu. Untuk yang prajab kab BOMBANA hanya 8 orang. Nama-namanya? Yang jelas namaku gak ada. He he he. Nama teman ku ada lho, tapi qodarulloh, dia gak diinfokan jadi gak berangkat. Dia lumayan kecewa. Jalur informasi sepertinya harus lebih transparan n cepat serta menggesit. Kayak gini kan kasihan teman guruku itu, mau berangkat tapi gak ada panggilan. Padahal namanya ada. Aduh, kecewa 12 pas.
Untung perasaan q gak begitu mau gimana gitu…. Soalnya bapakku udah wanti2. Waktu itu sempat bilang dengan PD q; he he he: “pak, kemungkinan mau mi sa prajab. Tinggal tunggu panggilan (he he he he, sa suka sekali ingat kata2 tegas ini) teman2 ku sudah mi berangkat beberapa gelombang ada mi di Makassar. Tapi kalo tidak masuk namaku, mungkin tahun depan pi”
Dari kalimat itu sebenarnya aku sudah siap dan bersabar dengan segala keputusan yang ada.
Bapakku: oh, iyah, tidak pa2. Kalau tidak masuk, nanti ada juga itu, sabar saja.
Me: smile…….
Walhasil, aku tidak begitu kecewa. Justru lucu saja mengingat proses pinjam2 ku. He he he. Apalagi kalo ingat kata2 di sms q. salah satunya:
Assalamu ‘alaikum, ad travel bag puxa u?
Bls
Delivered to:
0852xxxxxxx
Ad. Napa?mau kmna?
Sender:
0852xxxxxxxx
Mw prajab. 2 mggu jie. Di mksr. Bisa?
Dst, tidak perlu dilanjutkan. Conditional clause nya benar2 berlaku.
He he he…..
Tapi sekali lagi, kecewa? Gak kok…. Lagian ini hanya masalah dunia. “Tenang2 tidak dimatikan itu ipeh!”
Buat teman2 yang belum prajab, tetap semangad!
Buat pemerintah tolong prosesnya lebih cepat n teratur. Makasih.

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment