To: Arham_kendari: Izin Kopas “a Part of” Buku ‘ABANG’ (dibaca dengan logat ala stavol)


Sebelumnya saya tidak berniat menulis sebagian isi buku Arham_Kendari di blog ini. Tetapi ternyata begitu sms ke teman-teman yang menurut saya mereka sudah tau tentang buku ini;
Z bc bkux arham kndari. Ttg la akbar. Menetes air mnataq kaasi.u dmna?
Sms senada laen:
Pokokx u hrs optimis seperti akbar. Hem, masa z bru bca bkux arham kndari. Kuno kan. Yg adalah akbarx. Menetes air mta
Ternyata mereka malah balik sms (ada yang lebih parah dari saya rupanya, he he he)
Dpt drmn bukux?
Ceritakan dn
Bahkan adalah yang:
Peh, ceritakan.z lum bc, knp bs?
Ada lagi yang:
Oh, wkt akbar kena busur? Dmna u beli?
Pertanda bahwa mereka memang belum tau tentang buku yang bagus ini (‘bagus’ sengaja biar gak dimarahi kopas, hehehe, tapi jujur; saya suka gaya tulisannya, sungguh, ting ting ting, huhuy).
Begitu tiba di skolah pun, saya begitu semangad bercerita tentang buku itu ke teman guru Bahasa Indonesia (saya maju satu poin lagi, guru itu juga mana da tehe). Tapi terkhusus Q kupas masalah Akbar. Soalnya secara psikologis, saya kan kenal dia. Sementara penulisnya? He he he. Belum; pernah sih dengar namanya disebut teman, sekali. Waktu itu masih kuliah, kalo gak salah taon 2009. Tapi saya abaikan. Malasku mih urus itu, ini kuliah hampir bikin napas maju mundur, belum kegiatan dan proses cari uang yang saya lakukan apalagi waktu itu lagi tidak mood abang. Jadi mau Tanya kelanjutan siapa itu Arham, apa dia sama dengan Akram (teman SMA ku dulu) jadi malas. Saya hanya tau dia menulis tentang Akbar. Dan setelah baca bukunya, saya ketawa-ketiwi sendiri gak jelas dan diherankan teman asrama dengan mata memicing. Pas baca tentang Akbar menetes juga yang namanya airmata. Sedih. Hal ini juga dipicu, masalah sekolah kemarin. Masa ada guru yang memberi kata-kata mutiara tak bernilai positif ke saya. sejenis umpatan buruk. Semoga Alloh membukakan hatinya untuk berubah menjadi the better one. Amien.
Kembali ketidakkenalanku dengan Arham_Kendari. Kok bisa? Saking terpelosoknya diriku kini. Dan saking saya malas liat buku-buku yang kadang tidak sesuai keinginan saya. Dan sebenarnya alasan paling kuatku adalah bahwa sewaktu kuliah saya tidak begitu banyak uang. Terlebih, kalo ada buku yang saya suka, saya hanya melirik tanda tak mampu. Jadi tunggu2 donlotan getoh. Itupun tidak focus kesitu, saya orangnya begini ini, plin plan. Dulu, kadang focus ke buku, kadang focus ke pdf version, kadang focus ke blog, kadang focus ke ketawa-ketiwi bareng ponakanku di asrama Zn bertingkatnya (saya berharap hanya orang kimia khususnya FMIPA Unhalu 2007 yang kenal asrama ini di kendari, semoga. amien) dan laen-laen yang kadang enjel. He he he…. Ijae …..
Saya juga baru tau kalo Jakarta Under Kompor adalah tulisannya. Dulu sering ke Gramedia dan lewat-lewat saja pas liat buku itu. Hem, ngikut2 jakarta undercover nih. Malasku mih. He he he he..
Seorang teman di sekolah juga, menanyakan tempat beli buku tersebut diatas itu. Jadi, saya berharap Sang penulis; Arham_Kendari tidak menuntut saya kelak kalo ada apa-apa. Kalo sampai saya dituntut; “ARHAM OJO DIKONCO YO!!!!” “IYO”.Hehehehe… Itu loh baca Undang-Undang di balik covernya. Saya membayangkan uang dendanya saja sudah tak sanggup. Belum lagi penjara. Gimana kalo hal ini sampai ke polisi. Apa saya masih bisa bekerja disini? Ataukah nanti saya akan berdekam dipenjara? Saya harus memikirkan kemungkinan-kemungkinan terburuk. Ya Alloh ni demi kebaikan. Jadi tolong bukakanlah pintu hatinya untuk tidak mencariku dan biarkan dia tidak menemukanku ditempat ini ataupun di Kendari. Ni salah satunya:
Ketentuan Pidana
Pasal 72
Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran hak cipta atau hak terkait sebagai dimaksud pada Ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Ough…. Sempat terbayang nasib buruk menimpa. Tapi sebelum gambarannya kelar di pikiranku, kuhapus cepat-cepat. Hem,
Rencana mo sms minta izin sih ada,tapi saya mana tau no hp nya. Mau nge-mail mana ada internet aktif dekat-dekat sini. Kalo e-mail pas Turkend, kan tunggu balasan e-mail pasti gak langsung. Jatah waktu saya di Kendari juga amat sangat terbatas. Bisa-bisa postingnya tahun depan. Aduh, jangan sampai. Jadi sungguh dalam keadaan terpojok begini. Saya harus tulis dengan iming-iming mempromosikan bukunya pada teman-teman. Hehehehe… jadi entar kalo saya TURKEND (turun ke Kendari, istilah yang biasa dipakai beberapa anak-anak disini (Bombay city) yang mw ke ibu kota), saya langsung pasang di blog saya yang aktif dengan postingan baru setelah beberapa bulan. Melas!!!!!!!
Oh ya, satu hal yang saya suka dari buku ini adalah, kisah nyata. Kisah nyata yang dikemas dengan bahasa yang kalo untuk baju itu saya sebut ‘nyaman’. Kalau baca kisah fiktif, saya mulai malas lho sekarang dan dengan terpaksa saya tutup buku. Saya lebih cenderung ke buku-buku bernuansa keagamaan, shiroh shohabiyah, dll. Dulu sih senang, bahkan BUANGEDDDDDDD. Tetapi berhubung saya terlanjur memfokuskan dan lebih mencari lagi tentang agama, mau tak mau yang fiktif harus kuhentikan sebelum berkembang. Yang jelas pastilah saya punya alasan logis dan kuat untuk itu.
Jadi, sekali lagi, maaf sudah posting tanpa izin, dan makasih atas permaklumannya (he he he)
PS:
Tolong, Jangan,,,

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment