Mandi Pagi-Pagi

Dua hari lalu, sewaktu menunggu mobil ke Lambiku, saya mendengarkan kisah seorang nenek.

Saya melihat anaknya masyaalloh. Kerja. Di kebunlah. Pokoknya aktif. Trus ada seorang anak lelaki, yang ternyata cucunya, juga ikut diceritakannya.

"Cucuku itu, pintar memasak. Kalau dia ke rumah keluarga (ini saya lupa tante atau apa gitu), dia memasak. Dia memberi makan anaknya. Dia bla bla bla...

Saya takjub. Lelaki. Usia sekolah. Mungkin kelas 1 SMA.

"Sejak kecil saya biasakan kerja anak-anakku... cucuku..."

"Jam 5 subuh mereka sudah mandi. Saya kasih air hangat. Supaya tidak dingin. Trus makan. Trus ke sekolah."

"Sejak kecil sebelum sekolah, sudah begitu. Menyapu. Mencuci. Biar tidak bersih, saya puji."

Dia menuturkan paragraf yang menyadarkanku kembali.

Tau apa yang terjadi padaku?

Malamnya, saya beritahu Hafshoh tentang rencana mandi subuh. Dia setuju. Setelah mandi saya bilang, akan memberinya makan nasi, telur dan minumnya mau apa?

Dia memilih teh hangat.

Esoknya?

Ada sedikit drama.

"Jangan buka bajuku Umi..." rengeknya.

"Lho? Katanya sepakat mau mandi subuh." Belaku.

Setelah sedikit drama tadi, sukses ji da mandi pake air hangat.

Semoga hari kedua lebih baik.

#Day1MandiSubuh
#HafshohProyek

Eh yang di pic jualan nah... Hihihi...

20 K

085241679393

0 Comments