i've nothing but words

SESUATU YANG TERTUNDA dari PEMBIMBING

Sebenarnya ini bukan kisah. Ini sesuatu yang ikut mewarnai hidupku..... meski pemberian tintanya kali ini agak gelap.... hampir menuju warna hitam.....

Di sebuah kampus di bumi timur Indonesiaku tercinta.......

Kring ....kring ....my mobile phone was ringing when I was on the way to Campus. Satu nama tertera disitu. Oh ternyata temanku ...tepatnya pacar temanku (si Eunyo, he he he); ”Yodo Frensa La Ode” I answered it....belum sempat berucap halo dkk, suara disebrang sana sudah mulai membuatku berpikir dan mendengarkan saja.”eh ko dimna? Sudah ketemu Pak Lodo?”. tanyanya. ”Ni Mw ktemu Pak Lodo”. Jwb ku sekenanya. ”Oh.... Q pikir U sudah. Q jga neh mau ketemu beliau.” katanya datar. ”Iya sama2 sj”. Jawabku meski dia tak bertanya dan menawarkan (waduh jualan kapa pake tawar2 segala?). ”Iyah nanti ku nyusul”, katanya. ”Hm.....” kataku berdehem. Pembicaraanpun sampai disitu. Yodo sesosok mahasiswa yg selama ini pernah dikasi perhatian plus dari Pak Lodo. Kok kesannya .... hm tidaklah. Hanya ingin mengungkapkan apa yang sedikit kulihat lewat mata dan kurasakan lewat hati dulu.Hm....dia dah proposal. Q belum. Itu kelebihannya. Tapi kejadian spesialnya bukan itu. Sama sekali bukan.

Semua berawal ketika Q tiba dikampus. Q menunggu. Q duduk menunggu sesuatu yang disebut keberanian. keberanianku untuk mengetuk ruang dosen tempat dimana Pak Lodo; pembimbingku itu berada dan bertanya ”Pak Qta sibuk?”. Aku takut. Aku takut mewujudkan itu. Semacam phobophobia. Rasa takut yg ntahlah. Entahlah. Yang jelas ini bukan anthropophobia. Toh aku gak merasa takut ma orang2…orang2 yang lain. Aku hanya merasa yakin kalo hari ini pun setelah penantian lebih dan lebih sebulan dia akan menolakku lagi. (Aku ingin sekali mempertegas kata ”lagi” agar rasa yang aku ungkapkan paling tidak bisa terwakili). Aku takut ditolak. Dengan alasan penolakan yang berbeda tapi berdampak sama buatku. Yap sama2 gak dapat apa2. dan sama2 illfeel. sama2 gak bisa konsul dan lebih benarnya gak mungkin lah di ACC hari ini. Ough ....rasa ingin marah. Tapi sama siapa? By BCL. Moga ini hanya mimpi.

Disampingku Naya, teman satu angkatanku. Ayo mi Kak ....semangat. masuk saja. siapa sih dia? Wuik....he he he he....

Iyah iyah ..tapi takut leee...

Setelah semua keberanian itu terkumpul. Aku pun akhirnya berjalan melewati koridor itu. Tepat diujung sana, pintu itu, entah menunggu kuketuk atw tidak.... ”eh ko mw ketemu siapa?” Tanya seseorang yang ku tau dia seniorku. ”Oh. Anu mw ketemu Pak Lodo. Tapi sa takut le... ” kataku. ”Oh kebetulan Ku juga mw ketemu Bapak. Sama2 saja.” Katanya. ”Iyah. Sama2.” kataku memegang erat tangannya yang memang dijulurkan buatku. (sama2 perempuan ini; mahrom mahrom, he he he he). Ini kuakui sebagai satu bentuk penguatan untuk kami berdua. Hanya mengungkapkan bahwa ternyata aku dan dia sama. Sama2 takut ma Pak Lodo itu. Bukan takut karena dia mirip dosen killer. Justru dia terlihat tampan, cool, menghidupkan (aduh apaan coba menghidupkan????), dan pintar; dia smart gitu lho. Yang kami takutkan Cuma satu; ”ditolak lagi”. I knocked the door. Tok tok tok. Salam alaikum. Tak ada jawaban. Hm...berdosa juga ni orang2. gak dijawab. Ah mungkin juga mereka gak dengar yah. Aku pun memanggil nama pembimbingku itu. Berharap dia menoleh. Dan ternyata iya. Lalu

Aku :”Pak Lodo ...Kita sibuk?”

Beliau :”Hm ... ? ada apa? Mau kasi apa?”

Aku menggeleng. (saya tau dia suka bercanda, seperti ini nih. Hm...)

Beliau : sa pikir mau kasi uang.

Aku meggeleng lagi

Aku : Anu Pak mau konsul....

Beliau : Aduh ... bagemana yah. Coba sini sini... saliat apa yang ko sudah bikin...

Senior yang tadi pun memunculkan diri di depan pintu...

Proposal yang belum ditanda tangani dan lebih tepatnya menunggu untuk dipegangnya ini masih ditanganku. Aku melangkah maju....maju tak gentar ....membela yang benar ....

Beliau lagi : Hm..... begini saja, minggu2 ini masih belum kuliah. Jadi konsul thesisnya nanti minggu depan. Aktif kuliah nanti tanggal 9. jadi setelah itu saja yah.

Ha? Tak ada satupun yang tau kalo air mata ini sudah mendobrak mau keluar. Ingin tumpah. Aduh ni Bapak. Keterlaluan. Minggu lalu dia janji hari ini. 2 minggu lalu dia bilang dia sibuk karena ada sertifikasi. 2 minggu sebelum itu dia bilang sama pembimbing satu dulu. Ough,,,,,, mogila le....

Aku keluar ...tanpa permisi. Gak sanggup bilang permisi. Paling2 kalo kupaksa maka adalah air mataku yang akan berbicara.

Sedikit waktu yg kau miliki

Luangkanlah

Untuk kuharap secepatnya datangi aku

Sekali ini kumohon padamu

Ada yang ingin ku sampaikan

Sempatkanlah

Hampa kesal dan amarah

sluruhnya ada dibenakku

Tandai seketika

hati yang tak terbalas oleh cintamu

Ku ingin marah

Melampiaskan

Tapi kuhanyalah sendiri disini

Ingin kutujukan pada siapa saja yang ada

Bahwa hatiku kecewa

Share this:

CONVERSATION

2 comments: