Oleh: Wa Saripah

Jam ketika diskusi "Be Creative" berlangsung di IIP adalah jam puasa gadget saya. Sampai tiga hari setelahnya, barulah saya bisa mulai sedikit fokus membaca chat berjumlah 3 kali seratus.

Sesi diskusi berjalan secara live. Ada aksi, ada reaksi. Ada Sebab, ada akibat. Meskipun diskusi sudah selesai, tetapi, beberapa respon bunda-bunda yang bisa live, mewakili respon kami yang baru membaca.

Dan...

Ternyata ada kejutan... Ingin ikut dong.

Ada beberapa hal yang saya petik dari diskusi. Seperti, think out of box. Tidak berpikir sempit. Sesuatu yang tidak mungkin kita pikirkan, bisa jadi mungkin bila kita berusaha, dan beberapa faedah lain.

Yah, begitulah yang saya rasakan ketika bersama Hafshoh 5 year 7 month.

Bosan menjawab pertanyaannya? Dulu pernah. Dulu skali... Alhamdulillah, tidak lama setelah itu, saya membaca. Saya belajar. Sampai akhirnya, saya mencintai dan menunggu, ketika dia bertanya.

Memuji semua karyanya. Sampai akhirnya, beberapa gambar yang bagi saya "bagus banget" sudah dihasilkannya.

Membelikannya buku. Dan Hafshoh meminta bapaknya membawa seluruh buku barunya di tasnya. Yang jumlahnya hampir 20 buku kisah anak yang tidak begitu tebal. Berat ya? Iya. Tetapi bapaknya ikhlas, demi melihat binar Hafshoh.

Oh yah... saya ingin sharing sedikit tentang materi presentasi yang dibagikan sebelum diskusi. Materi sedikit, namun cukup atraktif. Kalau tidak jeli, kita bisa keliru.

Awalnya saya membaca judul presentasi karya Kresna Aditya; "Menumbuhkan Kreativitas Anak Usia Dini." Demikian terpajang di halaman satu.

Saya sih, biasa saja. Apa yang salah dengan itu? Tetapi di halaman kedua, dia meyakinkan, ada yang kurang pas dengan judul itu.

Oh ya?

Akhirnya, saya baca Sampai halaman setelahnya dan mulai ber "Oh."

"All children are born artist." Itu yang ditulis Pablo Picasso.

Anak sudah memiliki kreativitas. Tinggal kita orang tua, mau memfasilitasi atau tidak? Mau memberinya ruang bertanya atau tidak? dan sejenisnya. Jadi, kreativitas itu, sudah ada. tinggal mau kita pupuk atau tidak.

-----------------

Kita akan kewalahan kalau dia sudah demikian  enak bertanya. Berbagai soal aneh, mulai melatihmu untuk bisa menjawab. Bahkan beberapa soalnya, meragukan gelar sarjana yang saya raih. Saking sulitnya, saya jawab.

Setelah melahap materi diskusi. Saya yakin, ada hal yang mesti saya poles lagi. Ada beberapa sikap yang perlu saya upgrade. Ada respon yang butuh saya ubah. Untuk hasil yang lebih baik buat kreativitas Hafshoh.

Proses kreativitas yang dipolakan pada materi ada 3 jenis:

1. Evaluasi: ide baru yang dibangkitkan dari ide sebelumnya;

2. Sintesis: dua ide atau lebih yang digabung menjadi 1 ide;

3. Revolusi: benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada.

Tiga hal itu, yang juga perlu di charge untuk saya dan Hafshoh. Karena Allah, kita bisa. Karena kreativitas, kita bisa begini. Dan semua itu, biiznillah.  Alhamdulillah.

Selesai.

Sumber Tulisan:
Diskusi Kelas Bunda Sayang
Materi Presentasi Kresna Aditya; "Menumbuhkan Kreativitas Anak Usia Dini."
Pengalaman Pribadi
Proses Belajar di IIP dan Pengalaman Hidup Orang

#KelasBundaSayang
#InstitutIbuProfesional
#ThinkCreative

2 Comments

  1. kreatifitas tak mengenal umur berapa, tua dan muda. kreatifitas tak ada batas dan kata terlambat

    ReplyDelete