Kreatifitas anak, bukan tentang saya. Tetapi, dia.

Ketika dia mungkin meniru atau mencipta. Ketika dia mungkin merekam atau menyutradai.

Dia yang jago di bidang diksi. Sehingga, saya kuatir, dia tak bertemu titik dengan gurunya.

Karena bagaimana mungkin anak seusianya, mampu menggunakan kata "pemahaman" pada posisi yang mendekati sempurna?

H: Umi... kalau Wa Seikah beginikah?

Ucapnya sembari mempertontonkan lompatan layaknya bermain kasede-sede.

Saya mengiya.

H: beda-beda pemahamannya orang di Umi?!

Ucapnya bernada pertanyaan, tetapi sejatinya ia sebuah sintesis kesimpulan.

Me: pemahamannya Nak?

Saya berupaya menyembunyikan takjub padanya.

H: iya. Beda-beda pemahamannya orang. Kenapa di? Saya begini kasede-sedeku. Beda dengan Wa Seika.

Saya tersenyum sembari mengingat, usia berapa tahun saya menggunakan diksi tersebut.

Wa Saripah

#Day1
#TantanganLevel9
#BundaSayang
#IIP
#BeCreative

0 Comments