Tentang Kenaikan Pangkat III C

Bismillah...

Maaf yah, baru posting ditahun ini. Banyak bulan yang saya alpai. Sekali lagi maaf.
Ini postinga perdana di tahun 2016.
Selamat membaca...

Laino, 19 Desember 2016
Pemberkasan itu selalu tampak sederhana. Apanya? Diksinya. Pengumpulan berkas. Itu saja. Sesederhana itu mengucapnya, tapi seribet usaha untuk *sukses* jalannya.
Kepala saya sampe pening. Mata berkunang. Tenggorokan kering...
Saya sempat menanyakan teman tentang ini. "Sudah urus naik pangkat? " Yang dijawabnya dengan, "Belum, malas kita disini. "
Saya kaget. Dan akhirnya, saya sadar, banyak hal lain yang lebih penting dari sekedar pangkat. Tidak naik tak apa kok. Yang penting life must go on. Saya jadi kurang-kurang pusing. Intinya, saya berusaha saja lah. Sebenarnya, jawaban itu bisa saja, karena dia sudah urus tahun lalu, sudah III c, jadi buat apa urus, lagi?
Hehe
Ini hanya peluang kemungkinan.
Sependek ingat saya, waktu bantu teman bikinkan dupag tidak sejlimet ini.
Kenapa kemudian saya urus gupag sendiri se*ini* banged?
Saya lalu menyeimbangkan sudut pikiran.
Ketika kita bantu bikinkan dupag orang, kenapa tidak pusing? Saya menemukan jawabannya, ketika melihat sumber kepusingan saya.
Saya pusingnya bukan pada buat dupagnya. Saya pusingnya pada pengumpulan berkas ini itu, sana sini.
Dan yang jadi tambah kusut juga, penemuan berkas tertentu yang ada, namun hilang sembunyi entah dimana.
Seandaianya, mereka tersimpan rapi, sesuai dengan jenis, tahunnya mungkin akan lebih meminimalisir peningku.
Jadi, kuncinya, ada pada penyimpanan berkasku yang amburadul. Saya jadi berpikir, apa saya harus kursus administrasi atau perpustakaan biar katalog berkasku lebih mudah diambil?
Hal lain yang butuh ekstra adalah gesit datang dan menunggu. Tanda tangan penilai. Dan pada saat nemu, kita baru pada taraf, minta nomor SK beliau. Atau baru pada taraf minta nilai. Pulang ke rumah, perbaiki file. Isi nomor SK nya. Dan besoknya baru pencarian lagi. Semoga tidak bosan dicari Pak. 😊 Alhamdulillah, beliau ini menemukannya tidak begitu susah. Trimakasih atas kemudahannya Pak. Dan alhamdulillah, ini semua, biiznillah.
Lainnya, Pengesahan, tanda tangan. Mencari berbagai orang pada waktu yang menemukannya adalah ketidakpastian. Juga jadi tambahan bumbu spicy.
Tahun depan. Rapikan berkas.
Ini PR mu Peh...
PR berat.
Karena inti kepusinganmu sejatinya berkas.
Satu lagi. Dupag 2014 sudah mi u bikin. Selesai. Tapi kenapa masih belum termap semua dengan rapi dan teratur? Kenapa tidak u rapikan sejak tahun 2014 dalam map snelhekter?
Satu ji ini jawabannya. U malas Peh. Atau tepatnya, meremehkan. Ah, gampang ini. Nanti saja. Karena memasukkan berkas jadwal pelatihan itu gampang. Tinggal kopi. Baru masukkan mi di map. Tapi sekarang u jadi susah. Karena tercecer mi itu jadwalnya.
PR berat kedua. Selesaikan selalu dengan rampung maksimal semua berkas, dupag, file, dan sebagainya. Supaya pada saat dibutuhkan, u tinggal ambil. Jangan remehkan yang mudah. Karena kalau sudah batumpuk, pening mi sekarang.
Semangat.
Wa Saripah

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment