Flashback: Saya dan sebuah NIP



Kalau ALLOH berkehendak, semuanya diberiNYA jalan kemudahan…..
Tidak ada kata “impossible”
Saya masih ingat saat itu hampir jam 12, dan tahun itu 2009, kalau bukan September bulan oktober,,,,, saya tak begitu mengingat tepatnya, yang jelas hari itu sabtu. Hari terakhir dari satu pekan jadwal saya mengajar di salah satu tempat kursus di Kendari. Hari itu saya mulai menata media pembelajaran dan mengangankan anak-anak yang akan saya ajar. Kelas hari itu cukup asyik. Biasanya saya bersiap-siap jam 2. Tapi biar saya ceritakan hal yang tak biasa terjadi hari itu. Ada sebuah SMS masuk, saya tidak begitu ingat detail bunyinya, intinya saya diharapkan segera ke Bombana untuk mengikuti tes CPNS yang akan diadakan besok hari Minggu jam 9 pagi di MTsN Kasipute. Dek!!!! Kontan jantungku berdebar. Saya memang melayangkan lamaran untuk tes di sana… tapi saya belum pernah sekalipun kesana. Jadi bisa dibayangkan bagaimana paniknya saya, yang sebelumnya seperti cuek bebek dengan tes yang sudah saya lamar itu. Bahkan mensearching contoh-contoh soal di gugel pun ‘tidak’. Mana tes nya besok, belum belajar, belum tau dimana letaknya kasipute, mau kearah mana dari Kendari…oughhhhhhhhhhhh….. trus gimana dengan ngajarku? Aku menimbang-nimbang. Cukup lama sampai akhirnya dengan berat ku putuskan untuk sms manajerku. Minta izin tidak masuk hari itu. Toh hari itu saja pikirku, setelah itu nanti aku masuk ngajar lagi. Hem, beruntung manajerku membolehkan.
Dan tiba-tiba pula, untuk menentramkan hati aku teringat suatu hal yang terlupa karena kepanikan tadi. I’ve got an idea. Bukankah saya mau tes bersama k titin; seorang seniorku di English dep. Sms ah. Batinku. Ah g dibalas-balas. Dengan sigap ku pencet nomornya. Dan dialog itu terjadilh
Me: assalaamu ‘alaikum ka…
She: wa’alaikumussalaam
Me: gmana ka? Besok tesnya? Saya baru di sms DEPAG
She: oh yang itu, afwan de.,……saya g dizinkan orang tua.
Me: oh…(datar tapi jantungku rasanya jatuh. Dulu Cuma dia yang kukenal n dia punya tempat buat nginap kalo tes di Bombana, makanya semangat juga nulis surat lamaran dan sekarang………)
She: terlalu jauh katanya mama..
Me: oh,,,, tapi ka, gimana mi saya di….. ada temanta mungkin yang bisa sa hubungi atau…..
She: ia, ini saya kirimkan nomornya. Kartu tesmu ada sama dia. Nanti kalo tiba sms saja, nanti dia kasih kartu tesmu….
Terputus…..
Pulsaku habis….oughhhhh
Minta kirim pulsa dulu…..sementara menunggu saya sholat dengan berusaha keras agar tetap khusyu’. Ya Alloh apapun yang terjadi semua atas kehendakMu.
Setelah terisi, saya menghubungi April, seorang ikhwan kalo gak salah dari PKS; yang saya kenal lewat tes DEPLU. Entah kenapa tiba-tiba saja hati tergerak untuk sms dia, padahal akrab juga gak terlalu begitu bagaimana (lho????? He he he). Saya hanya teringat dia juga tes Depag tapi dengan kabupaten berbeda. Dan saya juga ingat dia good Samaritan …..
Assalaamu ‘alaikum
April, besok mau tes di Bombana,
Saya belum tw Bmbana dimn?
Dimn ambil mobilnya kh?
Delivered to:
Akhi April
0852xxxxxxxx

New message
Tunggu, Q lgi jemput akhwat
Dy mw tes ke Bombana jga. Dri Raha
Sma2 dy aja. Tunggu di terminal baruga,
Jam 1
Sender:
Akhi April
0852xxxxxxxx
Aku melirik jam…..almost jam 1. Wuik….
Ok..
Delivered to: Akhi April
0852xxxxxxxx
Tanpa bekal apa2 selain sebuah jubah, alat mandi dan alat tulis aku berangkat, mengenakan jubah biru tuaku dan sebuah tas ransel yang sudah sejak 3 tahun ini menemaniku. Bombana aku datang.
Ke Baruga…... Setibaku disana, tinggal sebuah mobil kulihat di belakang jalan dari terminal. Tiba2, ada yang melambai, seorang gadis dengan jilbab. Akhwat, itu akhwat yang dimaksud akhi April. Aku meminta turun dari ojek ketika didekat mobilnya. Aku membayar ojeknya dan menoleh ke akhwat yang tadi melambai. Tiba2
‘k ipeh?’
‘hasna?’
Alhamdulillah.
“Jadi yang dimaksud April kita de?”. He he he, ni namanya takdir. “Jadi yang dimaksud akhi april kita k ipeh? He he he, tadi dia kasi tw suru tunggu, mw ada akhwat yang sama-sama.” Dan tepat setelah ku duduk, mobil pun melaju…. Kami berbincang-dan saling berbagi hal yang cukup mengagetkan ini. “K ipeh, nanti mw menginap sama siapa?”, tanyanya. “Belum tau de.” Jawabku seadanya. “Ada temannya teman, tapi ku g kenal, n g ada rekomendasi kuat. Jadi…..klo u?”. “aku ada tempat k dahlia.” “Siapa namanya? K dahlia.” Respondku sigap. Segera kuambil HP q dan kuperiksa nomor telpon yang dikirimkan ka titin tadi. Tertulis Dahlia. Hem, suatu kebetulan apa ini. Rasanya itu tempat yang akan disinggahi temanku seandainya dia jadi tes…. “Kalo begitu sama-sama saja disana ka.” Ajaknya. “Baiklah”, jawabku.
Hem, berawal dari tidak tau apa -apa, tidak ada siapa-siapa, sampai akhirnya Alloh membukakan segalanya untukku, mulai dari apa-apa sampai siapa-siapa. Alhamdulillah.
Di tengah perjalanan….ugh….jauhnya. semoga saya tidak lulus. Ucapku tak sadar. Hus jangan begitu kak. Kata hasna mengingatkan. Oh iya di, jauh sekali di de….bayangkan saja, 200 km dengan jalan jelek dan berdebu. Hem….tidak semua sih tapi kebanyakan tidak mulus alias berbatu n berdebu. (kelihatan gak syukur deh, daripada jalan kaki? Atau naik kuda?) hem ….
Esoknya sewaktu tes…..aku menengok kanan kiriku,. Yang tes ibu2 dan bapak2 kebanyakan,. Ada juga sih seumurku tapi dominasi mereka untuk jurusan bahasa inggris. Aku membatin. Sepertinya mereka lebih pantas lulus. Mereka sudah lebih tua dariku dan lagi aku masih punya pekerjaan di kendari, batinku. Saat itu aku mengucapkannya dengan ikhlas, berharap mereka saja yang lulus. Betul-betul ikhlas…. SUNGGUH!!!
30 November 2009. Pengumuman…aku tak punya radio untuk mendengarkan apa aku lulus atau tidak. Lagi2 teman yang sms, katanya aku lulus. Aku sms April, selain di radio dimana bisa tw pelulusan? Awalnya April hanya menjwab kalo aku lulus.kemudian dia pertegas, cek di kanwil saja ukhti kalo masih ragu.
Aku cek…ada namaku disana disertai dengan tanggal dan tempat lahirku. Aku bersyukur……
Setelah lulus ternyata banyak tetek bengek yang diurus. Phuh….. berkas sana berkas sini. Legalisir sana legalisir sini. Hem, Cukup lama menunggu, bulan Februari nota tugas di bagikan. Q kebagian Kasipute lengkapnya MAN 1 KASIPUTE. Dan akhirnya bulan Juni (sepertinya) 2010 aku seorang anak manusia yang juga memiliki NIP.

Share this:

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment