Diksi Lagi...

>>> Sebuah Efek Kisah Pada Penggunaan Kata

Kenapa sa rasa judulnya, seperti judul skripsi di?

Terekam di saya, kalau permainan diksi Hafshoh adalah karena dia gunakan. Setiap mendapat kata baru, dia langsung menanyakan artinya. Sedetik setelahnya, dia akan buat kalimat.

H: Umi... Apakah itu rilex?

Me: rilex itu seperti santai-santai Nak.

Saya mau bilang bernafas lega, bisa tambah panjang penjelasannya. Meskipun saya rasa, masih kurang tepat santai-santai itu.

Lalu...

H: Umi... adeku da rilex kah dalam perutnya Umi? Santai-santai saja.

Ucapnya sambil tertawa.

Saya masih memikirkan definisi kata ini, ketika dia sudah membuat 3 kalimat lain. Salah satunya, tertuju untuk saya.

H: Umi... Umi lagi rilex kah sekarang?

Sambil tersenyum saya masih merasa definisi saya ganjil. Saya tau, saya butuh Kamus.

Siang itu... Dia bercerita. Mengisahkan apa yang dilakukannya pagi tadi. Semuanya terlihat biasa saja. Sampai dia menyebut kata yang tidak biasa digunakan dalam bahasa informal di kota saya.

H: .... tentu saja kan...

Lihat pemirsa, dia pakai kata "tentu saja".

Atau disaat lain, ketika dia menceritakan pengalaman siangnya.

H: Umi... tadi toh la xxxxx da tipu daya sama saya?

Saya membelalak dalam hati. Kata "tipu daya" sering kami pakai saat menceritakan iblis yang melakukan tipu daya pada Nabi Adam. Tetapi... Saya tidak tau akan dia gunakan untuk kisahnya sendiri.

H: Iya Umi... Da tipu daya. Da bilang mainannya rusak. Pas sa coba, tidak rusak. Bisa berbunyi. Saya geser toh tombolnya sebelah sini. Menuju kesini. Terus, saya tindis tombolnya, da bunyi Umi... Memang da tipu daya saya.

Saya tersenyum menahan tawa, mendengar penjelasan dan gerakan tangannya mencontohkan. Saya mencoba memperbaiki hatinya.

Me: Iya di... Hebatnya Hafshoh bisa kasi bunyi.
Mungkin la xxxx da tidak tau caranya. Da kira rusak mi Nak.

Bacakan anakmu buku. Agar dia tau indahnya kata.

#Day6
#TantanganLevel10
#GrabYourImagination
#IIP
#BundaSayang

0 Comments