Monyet Bergantung di Pohon

Meskipun sudah terlihat mengantuk, Hafshoh masih ingin saya menggambar untuknya.

H: Umi... Bisa gambarkan saya gajah?

Saya menjawab mantap bermakna positif. Mulailah saya menggambar. Setelah jadi, dia tersenyum. Tak terkecuali saya. Sungguh, biarpun anak kecil, sulit mau bilang itu gajah. Hihihi...

Akhirnya, setelah diskusi pendek. Diapun menggambar monyet. Si monyet, menggantung di atas pohon apel.

Setelah hampir jadi, matanya mulai memerah, dia meminta bantuan. Mau mi tidur kasian.

Lalu saya meminta gambarnya.

Me: Apanya mau dibantu ini Nak? Ini sudah bagus mi.

Lalu, saya mengajaknya tidur. Setelah mendengarkan kisahnya sendiri, saya membacakannya surat pendek beberapa.

Tetiba dia celutuk.

H: Umi... Monyet punya ekorkah?

Me: Ita Nak.

H: Saya lupa tadi gambar ekornya.

Me: Nda apa. Besok bisa ditambah. Atau... Ekornya tertutup badannya juga bisa.

Dia mulai menutup mata menuju lelap. Sampai jumpa esok Nak...

Wa Saripah

4 Comments

  1. Hihihi maklumlah mbak, bukan penggambar handal ya :D

    ReplyDelete
  2. Aduh pinter banget sih mas Hafshoh, bikin ide ngegambar monyet yang menggantung di atas pohon apel segala hihi :D

    ReplyDelete