Siang di Kios dan Syaraf Terjepit

Saya sudah tulis kan, kalau saya sedang galau kalau duduk. Gimana gak, tilang ekor sudah berasa sakit.

Setelah google dan mencari advise, saya menemukan hal berikut, yang menurut saya sesuai dengan rekam jejak saya.

Penyebab:

Jatuh? Insyaallah gak.

Habis lahiran? Rasanya sudah setahun lalu. Jadi, No.

Ambien? BAB lancar kok.

Kebanyakan duduk? IYA.

----------------

Observasi rekam jejak

Saya duduk memang lama. Di mobil setengah jam Pulang-Pergi jadi Sejam.

Ngajar pagi-siang. Duduk.

Sebenarnya, bisa sayata dengan berdiri lebih banyak. Tetapi, tubuh kurus dengan bank energi yang tipis, tentu saja membuat saya cepat lelah. Cepat loyo. Cepat oleng. Pengennya duduk. Itu lah penyebabnya Peh...

-------------

Treatment

Kemarin, saya taktisi, dengan banyak berdiri. Sukses. Tetapi, saya cepat lapar. Sepertinya, saya harus bawa cemilan. Demi kesehatan.

Oh ya, terapinya juga saya dapatkan dari beberapa sumber, termasuk gugel, teman di IIP, yang kebetulan ada juga dokter. Kalau bu dokter, kemungkinan katanya syaraf terjepit. Jadi, disuruh istrahat, streching; peregangan, juga jangan banyak duduk. Karena syarafnya bisa tambah terjepit.

Saya duduk, hanya pada saat makan. Minum. Snack.

Untuk strechingnya, masih saya gugel. Sepertinya apa sih peregangannya?

Karena gugel masih loading, maka saya bersyukur bu dokter Nuraeni memberi pencerahan. Peregangannya, seperti olahraga pada umumnya. Intinya, melakukan peregangan agar beban syaraf tidak terlalu berat.

Ada juga teman grup saran, kalau duduk kakinya jangan gantung. Kudu rapat ke tanah.

Banyak minum. Ok

Dari gugel, ada juga minum gamat. Saya minum juga.

Ada yang saran berenang. Tetapi saya gak bisa. Hehehe...

-------------------

Result

Hari ini, alhamdulillah, lebih baik.

Berita baik lainnya, saya harus pending belajar motor.

Ok. Tepapa.

Semoga saya cepat baikan...

Wa Saripah

0 Comments