Mandiri Bangkit Sendiri

Kios Fotokopi, 13 Juli 2017

Sudah hampir 5 tahun Hafshoh membersamai kami. Tak terasa, sebentar lagi, dia akan SD. Sudah bukan bayi lagi yang saya gendong ketika bangun.

Sebulan ini, sekolah libur. Dan tentang bangun ini. Saya selalu menyempatkan ke tempat tidur ketika dia bangun. Lalu mengajaknya bangkit. Bahkan tak jarang (baca: mendekati sering), saya gendong.

Saya pikir, toh saya libur. Kenapa tidak?

Beberapa hari lalu, saya sadar. Apa ini bagus? Bukankah, seminggu lagi, saya aktif sekolah? Apakah ini tidak akan menjadikannya manja, minta diginiin terus? Apakah ... apakah... dan apakah yang lain berderet rapi.

Dua hari lalu, saya memberitahu Hafshoh. Bahwa minggu depan, saya sudah sekolah. Jadi, tidak sempat lagi membangunkan seperti ini. Dia nangis. Sesenggukan. Saya mengelus rambutnya. Mencoba mendiamkan. Meski hasilnya hanya melirihkan.

Kemarin, masih sama.

Pagi tadi, tepat hari seharusnya saya bisa menyelesaikan tantangan ini. Membuatnya bangun sendiri. Kebenaran bertepatan dengan saya menyetor tugas kelas bunda sayang. Alhamdulillah. Saya dapati dia bangun membuka mata. Saat itu saya masih di sampingnya. Saya meminta dia membaca doa bangun tidur. Saya memberitahu untukmu bangun tanpa harus saya gendong.

Dia bangkit. Berdiri. Turun. Berlari ke ruang tengah.

Semoga esok berhasil juga.

👇

#Wa Saripah
#Day1
#GameLevel2
#Tantangan10Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

*Bunda Sayang*
*Ibu Profesional*
*IIP*
*For Things To Change, I Must Change First*
*=================*

Share this:

,

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment