Potong Harga

Selama perjalanan naik motor, banyak sekali pertanyaannya. Sementara, saya, diatas motor, agak kurang mendengar.

H: Umi... Kenapa kita belum punya rumah?

Me: Harganya mahal. Beli tanah dulu. Baru buat rumah. Tanahnya mahal.

H: Umi taukah "potong harga"?

Me: Tau Nak. Misalnya kita beli buku 5 ribu. Trus dipotong harga. Di diskon jadi 4 ribu.

H: Iya Umi... Maksudku toh... Umi beli tanah, potong harga. Jadi lebih murah.

Me: @%^&*(¥€/÷××#$&(¥/%=×$???? Jadi kita minta potong harga sama yang jual?

H: Iya Umi...

Me: Oh... Iya. Nanti kita coba.

Dia yang belum tau nilai rupiah. Dia yang juga belum tau bandingannya terhadap dolar. Dia yang begitu senang celengan botol bekas selainya penuh dan berkata; " Umi... Sa sudah kaya raya mi. Penuh mi celenganku."

Saya tersenyum memandangnya. Sesungguhnya  senangmu memiliki celengan yang penuh, mungkin serupa dengan kami yang akan senang memiliki hunian. Sesuatu yang sesungguhnya, celenganmu, dimata kami si dewasa tak begitu berharga. Dan hunian yang dimata kami berharga, adalah sesuatu yang menurut beberapa dalil tidaklah berharga.

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan melewati pasar sementara banyak orang berada di dekat Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ

Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.

HR. Muslim, no. 2957

Wa Saripah

Tarik Napas...

0 Comments