Wamponiki, 08 Juni 2017

Day 7; Komunikasi Ke Anak; Empati

Tak terasa sudah tantangan day 7. Saya masih ingin menyelesaikan komunikasi dengan Hafshoh. Masih banyak sih menurut saya yang masih perlu saya benahi.

Hari ini, saya belajar fokus pada menunjukkan empati, bukannya menolak perasaan yang dia punya.

Paginya, dia main. Ketika hendak membawa mainan. Dia mengaku kalau mainannya berat.

Me: berat ya? Ummuki (baca: Ibu) bantu ya...

...

Siangnya dia nangis. Saya tidak begitu ingat sebabnya. Yang jelas, saya gendong. Saya berusaha menunjukkan empati ketimbang mencap.

Me: Hafshoh sedih ya, kalau begini bla bla bla (ini lupa benar kejadiannya. Tadi siang. Gak ditulis. Saya mudah lupa).

Dia tidak marah. Malah memeluk dan mengangguk sambil tambah nangis. Tambah sedih.

Saya memeluk dan menyabarkannya.

Sore hari, om nya usil ganggu. Dia jengkel kan...

Me: Hafshoh gak suka ya om Ajit begitu?

Hafshoh ngangguk.

Me: om... minta maaf dong... Hafshoh gak suka.

Well... semoga awal ini bisa saya perindah melalui proses belajarku.

Saya merasa, menunjukkan empati lebih membuat dia dekat. Ketimbang kita ngecap cengeng, atau, masak gitu saja nangis?, atau, "Ih, gak boleh nangis."  Atau mungkin; "Ih, katanya berat, gak kok."

Saya merasa lebih menyelami hatinya dengan empati. Ada semacam rasa hati yang ikut merasakan hatinya.

###

Day 2; Komunikasi ke Suami

Choose the right time.

Ini benar. Kalau mau pesan tersampaikan, jangan asal ngomong. Tapi, harus bisa lihat jam. Lihat kondisi. Lihat keadaan. Pas gak?

Saya lagi bahas globe. Gembok. Gembok buat kios. Paginya, saya memberi tahu agar dibelikan gembok. Respon negatif.

Saya nepuk jidat. Aduh, kayakx time nya kurang pas. Sorenya, saya ulang lagi. Dengan melihat situasi lagi santai. Dan suami juga lagi gak sibuk.

Setelah memberi saran. Dia mengangkat jempol dan ber "Oke".

Lulus di hari yang sama.

Good.

Alhamdulillah.

Selesai.

Wa Saripah

*#hari7*
*#tantangan10hari*
*#komunikasiproduktif*
*#kuliahbunsayiipsulawesi*

0 Comments