Mengatakan yang Diinginkan

Day 9

Mengatakan yang diinginkan

Bukan hal mudah menulis ini ketika saya sedang sakit. Sedikit merasa ringan, saya mencoba sedikit.

Bukan hal mudah menerapkan teori ke anak. Bukan hal mudah berdamai dengan logika ketika ketemu anak. Tetapi... tidak ada yang mustahil. Selama kita mau terus mencoba.

Biasanya, saya masih menemui Hafshoh berucap keras ke kami. Banyak tempat dia bisa menyerap.

Pelan saya mengendalikan diri. Berkata apa yang saya inginkan.

"Nak, Ummi senang kalau Hafshoh berkata baik. Kalau bilang 'ah' itu kurang baik. Rosululloh melarang."

Saya lakukan bukan sekali. Karena meskipun mengangguk, kadang dia lupa kemudian beristighfar. Lalu meminta maaf.

Tadi pagi, dia sibuk membaca buku zikirnya. Saya habis memujinya kemarin. Dia suka dilindungi malaikat.

H: ummi... kalau baca surat ini, berlindung dari apakah?

Me: dari penyihir. Jin. Buhul. Sihir. Orang jahat.

Semoga kami istiqomah.

*#hari9*
*#tantangan10hari*
*#komunikasiproduktif*
*#kuliahbunsayiipsulawesi*

Wa Saripah

Share this:

, ,

CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment