Presentasi Hari ke 7

Saya baru buka 2 hari setelahnya. Dan... banyak faedah yang saya dapat di materi ini. Terutama, tentang menjaga aurat vital didepan anak.

Berikut saya kopikan materi yang mereka sampaikan.

K9Presentasi Hari ke 7

Oleh Tim : Mattu7u

(Hana Tariq, Ely Herlina, Nuraeni Ahmad, Kamilia Laera)

🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️🏘️

*Pemisahan Tempat Tidur Dalam Menjaga Fitrah Seksualitas Anak*

Bismillahirrahmanirrahim…

Assalamualaikum wr wb

Pernah dengar berita di TV atau media pemberitaan lainnya tentang hubungan badan dilakukan antara saudara kandung? Banyaknya kejadian ditengah masyarakat mengenai kasus perzinaan saudara sekandung semestinya cukup menambah kewaspadaan orang tua dalam menyadari pentingnya memahami fitrah seksualitas anak.

Salah satu yang masih terjadi di tengah-tengah kita adalah orang tua yang membiarkan anak-anaknya berbagi tempat tidur, bahkan walau mereka berbeda jenis kelamin. Padahal yang mungkin tidak disadari, hal tersebut dapat menjadi masalah bagi perkembangan fitrah seksualitas si anak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Suruhlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (jika tidak mau shalat) ketika mereka berumur sepuluh tahun; dan pisahkanlan tempat tidur mereka “ (HR. Abu dawud)

Perintah dalam hadits ini sangat jelas. Kita hendaknya memisahkan tidur anak dari orangtua begitu usianya menginjak 10 tahun. Seorang anak hendaknya tidur terpisah dari saudaranya yang berbeda jenis kelamin, apa lagi dengan orang dewasa, sekali pun masih keluarga. Ia pun tidak boleh tidur bersama dengan orang dewasa laki-laki, sekalipun itu keluarga. Selain itu, seorang anak tidak boleh tidur dalam satu selimut dengan saudaranya yang sesama jenis.

Usia sekitar 9 atau 10 tahun (hadits tersebut menggunakan kalender Qamariyah yang lebih pendek masanya), merupakan titik yang sangat rawan. Perempuan dapat mencapai baligh pada usia ini dengan ditandai adanya menstruasi pertama. Sementara anak laki-laki pada umumnya akan mengalami ihtilam (mimpi basah) sekitar 2 atau 3 tahun sesudah usia itu. Sekalipun demikian, di masa sekarang semakin banyak anak yang mengalami ihtilam lebih awal dibanding anak-anak di masa sebelumnya. Usia 10 tahun pun boleh jadi sudah ada yang menjadi muhtalim (orang yang mengalami mimpi basah).

Pada masa ini, bayangan seksual mulai mengganggu pikiran anak, bahkan dapat berpengaruh sangat kuat jika anak tidak memiliki kebiasaan produktif, sementara pada saat yang sama kerap terpapar pornografi. Tumbuh dorongan dalam diri mereka untuk menyukai lawan jenis serta mengalami kemesraan dengannya. Di saat yang sama, lantaran dorongan untuk mengalami kemesraan tersebut, ada jurang yang dapat menggelincirkan mereka ke dalam penyimpangan sehingga mereka menyukai sesama jenis. Itulah sebabnya, mereka tidak diperkenankan tidur dalam satu sarung dengan sesama jenis.

Kendala utama dalam pemisahan kamar yakni:

Jumlah kamar dan anak tidak seimbang. Solusinya : Buat partisi dengan menggunakan rak buku atau tirai sebagai pembatas antar ruang privasi anak. Jika tidak memungkinkan, setidaknya orang tua dapat mengusahakan agar setiap anak memiliki tempat tidur atau kasur sendiri.

Anak menolak untuk memiliki kamar terpisah karena kedekatan yang terjalin lewat aktivitas yang sering dilakukan bersama saudaranya, seperti bermain dan belajar. Solusinya : Mulai dengan membuat ruang berbeda untuk tidur dan aktivitas lain seperti bermain dan belajar, sehingga anak-anak bisa menyadari bahwa aktivitas yang biasa mereka lakukan bersama tidak terkait dengan kamar tidur.

Anak menolak untuk tidur terpisah karena salah satu atau masing-masing anak merasa lebih berhak atas kamar tersebut. Solusinya : Buat kamar setiap anak sebagai tempat yang unik dan merefleksikan karakter dan kesukaan mereka, serta libatkan mereka dalam mengatur kamarnya masing-masing.

Anak menolak untuk tidur terpisah karena takut tidur sendiri. Hal ini sebenarnya adalah masalah pembiasaan. Solusinya : Buat ruang tidur senyaman mungkin bagi anak. Untuk beberapa waktu, orang tua dapat menemani si anak sampai ia tertidur.Ketika hubungan antara anak dengan kamarnya mulai terjalin, mereka akan merasa semakin nyaman di dalamnya, khususnya saat akan tidur.

Hal yang penting disadari saat memisahkan tempat tidur anak, adalah bahwa hal ini adalah bentuk dari peran orang tua sebagai penyedia ruang bagi pertumbuhan fitrah seksualitas anak, bukan sebagai pembentuk. Karena itu, komunikasi yang baik dan penuh kasih sayang serta pengertian terhadap anak harus menjadi prioritas.

Bahan Referensi

https://www.roomtogrow.co.uk/blog/age-siblings-rooms/

http://m.hidayatullah.com/kolom/meminang-surga/read/2015/09/09/77764/awas-usianya-sudah-10-tahun.html

www.dakwatuna.com

50 Pedoman Mendidik Anak Menjadi Shalih, karya Drs. M. Thalib.

Sedikit rangkuman dari pertanyaan yang masuk pada saat diskusi.

Tempat tidur anak, meskipun jenis kelamin sama, sebaiknya dipissh jika ruang memungkinkan. Apalagi anak cowok dan cewek. Ini mesti pisah.

Trus... Anak berjenis kelamin sama, misaljan tidur seranjang, gak boleh tidur dalam satu selimut. Pisahkan selimutnya.

Pada saat mandi, meskipun antara oeang tua dan anak, yang sejenis kelaminnya, nda boleh mandi bareng. Ibu boleh memandikan anak, tetapi, harus menutup area vital. Bisa pakai handuk dulu, setelah memandikan anak, baru sang ibu mandi.

Contoh kasus:

Banyak hal yang kita anggap sepele justru itu yang memicu timbulnya benih penyimpangan.  Misal ibu ibu yang menyusui anaknya. ..dengan tanpa malu menyusui anak didepan org lain tanpa menutupi PD nya.

Oh iya ada teman suami tapi alhamdulillah sudah insyaf dan taubat sekarang. Di usia kelas 6 SD sudah melakukan hubungan seks dengan anak tetangga. Dan jadilah dia seorang pecinta wanita. Suami bertanya:" kenapa bisa seperti itu? Jawabannya simple.  Karena sering lihat ibu ibu dekat rumahnya menyusui anak didepan nya tanpa ditutupi kain.

Closing statement dari kami :
Manfaat atau nilai-nilai edukatif dari pemisahan tempat tidur antara anak laki-laki dengan perempuan adalah:

1. Untuk menghindari rangsangan seksual lawan jenis.

2. Untuk menghindari tindakan seks bebas.

Terpenting sejak dini anak sudah dibiasakan menutup dan menjaga auratnya masing serta mengerti tanggung jawab dan hak-haknya. Sehingga kalau tempat tidurnya dipisah maka ia akan terbiasa tidur di tempatnya masing-masing dan menjaganya sehingga kebersihan dan ketertiban dalam rumah tangga secara umum akan terbina.

Jadi, ketika anak-anak sudah diberi pengertian tentang hal-hal tersebut, pada usia dewasa nanti ia akan memiliki kematangan, pamahaman dan kesadaran yang menghalanginya untuk melampiaskan hawa nafsu, kerusakan dan hal-hal yang menimbulkan fitnah. Oleh karena itu, para pendidik terutama orang tua harus menyadarkan anak-anaknya, sehingga  anak-anak akan dapat terjaga dan terhindar dari kekejian dan perilaku yang haram ini, dengan mengikuti jalan Islam di dalam bertingkah laku dan berakhlak.

Demikian materi dan diskusi yang saya berhasil kopi. Semoga bermanfaat.

0 Comments